Kehidupan Cinta

Written By Unknown on Tuesday, 1 April 2014 | 7:29 am 0



Musim Semi

Kemarilah kekasihku, marilah kita berjalan di antara puing-puing, karna salju telah mencair. Hidup bergulir dari kediamannya dan berputar-putar di antara lembah dan bukit. Pergilah bersamaku dan kita akan temukan jejak-jejak kaki di musim semi di padang luas. Marilah, kita mendaki sampai puncak bukit itudan melihat tetumbuhan dalam hamparan hijau di sekeliling kita.

Karena musim semi telah menguak tudung yang telah digulung malam musim dingin. Pohon plum dan apel mengenakannya seperti wanita di malam pertama. Kebun-kebun buah telah terjaga dari tidurnya. Cabang-cabangnya berpelukan seperti riuhnya para pecinta. Sungai-sungai mengalir, menari, di antara bebatuan, menggemakan nyayian kegembiraan. Bunga-bunga bermekaran dari jantung alam seperti buih dilautan.

Kemarilah, mari kita minum tetesan air hujan terakhir yang mengalir dari cangkir bunga bakung, dan mengisi jiwa kita dengan nyayian burung. Sekarang saat untuk menghirup dalam-dalam bau angin segar musim semi. Marilah kita duduk diatas batu tempat bunga lembayung bersembunyi, saling bertukar ciuman kita.

Musim Panas

Kemarilah, mari kita pergi kepadang, karna saat panen telang tiba. Hasilnya telah terlihat dan panasnya cinta matahari pada alam yang telah mematangkannya. Kemarilah, sebelum burung-burung mendahului kita, dan meraup hasil kerja keras kita, atau sebelum sekumpulan semut mengambil tanah kita. Kemarilah, mari kita mengambil buah-buahan dari tanah, seperti sang jiwa mengambil buah-buahan kebahagiaanyang tumbuh dari benih kesetiaan, Benih-benih yang ditanamkan oleh cinta di kedalaman dua hati kita. Mari kita isi rumah dengan hasil-hasil alam, seperti hidup mengisi lumbung-lumbung perasaan kita.

Kemarilah, kawanku, mari kita terlentang diatas rerumputan dengan langit sebagai selimut kita. Kita sandarkan kepala di atas jerami segar dan beristirahat dari kerja seharian, mendengarkan suara malam yang berbisik dari aliran sungai di lembah.

Musim Gugur

Mari kita pergi ke kebun anggur, kekasihku, memeras nggur-anggur itu, mengisi drum-drum dengan jus seperti sang jiwa yang di isi kebijaksanaan sang cucu. Mari kita mengumpulkan buah-buahan kering, dan menyuling bunga-bugaan, mengorbankan bunga itu sendiri untuk memelihara baunya supaya awet.

Mari kita kembali kerumah, karena daun-daun pohon kini menguning dan di hempas angin. Angin akan menjadikannya kain kafan karena bunga-bunga layu dalam ketuaan lantaran musim panas yang mengucapkannya. Mari kita pergi, karena burung telah terbang menuju pantai, membwa keramah-tamahan padang rumput dan meninggalkan kesedihan melatiserta pohon pacar di belakang untuk menteskan air mata terakhir mereka ke tanah.
Marilah kita pulang, karena sungai-sungai telah berhenti mengalir. Musim semi telah mengeringkan air mata gembira milik mereka. Bukit-bukit digunduli karena jubah-jubah mereka yang mempesona. Kemarilah, kekasihku, karena alam digoda oleh kelesuan dan mengatakan selamat malamnya pada kesadaran dalam bentuk nyanyian kesedihan nihavand.

Musim Dingin

Mendekatlah, teman hidupku. Mendekatlah padaku dan jangan biarkan nafas-nafas dingin memisahkan tubuh kita. Duduklah disampingku didepan perapian, karena api adalah buah termanis di musim dingin. Ceritakan padaku hal-hal yang telah berlalu, karena telingaku letih oleh desah angin dan kerasnya salju. Palanglah pintu-pintu dan jendela-jendela, karena tatapan marah cuaca membuat sedih jiwaku. Sementara pemdangan kota, duduk seperti seorang ibu yang hilang dibawah lapisan-lapisan es, menekan hatiku.. Isilah lampu dengan minyak, oh teman hidupku, karena nyalanya redup. Letakkan di dekatku sehingga dapat kulihat apa yang telah dicoretkan malam di wajahmu. Bawalah seteko anggur untuk diminum, dan kita akan ingat saat anggur itu diperas.

Kemarilah, medekatlah kepadaku, kekasih jiwaku, karena api telah padam dan abu menutupinya. Peluklah kau, karena lampu telah mati dan kegelapan menerkamnya. Mata kita berat karna anggur dan dibayangi kantuk. Peluklah aku sebelum tidur memelukmu. Ciumlah aku karena semua salju telah takluk kecuali ciumanmu. Dan oh kekasihku, betapa dalam lautan tidur, sungguh jauh jaraknya pagi hari di dunia ini!.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Kehidupan Cinta. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Tuesday, 1 April 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 7:29 am

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status