Memang hanya sebuah hal yang nampak biasa,
kekuatan tak sedikitpun tampak dari raut wajahnya,
tak sedikitpun ada sebuah kemarahan dalam jiwanya,
dan tak ada sebuah keinginan untuk terjun dalam kegelapan.
Tapi,
Benarkah ada sebuah kesempatan?
Hanya ada kata ketakutan dalam dirinya,
kesendirian membelenggu sebagian nadinya untuk bernafas,
terkurung oleh sebuah kepercayaan,
dan tersiksa oleh argumen yang salah.
Lalu,
Apa yang telah terjadi?
Bukankah kepedulian tidak hilang dari diri kita,
tapi semua seakan tak ada kebenarannya.
Dari kejauhan banyak pasang mata melihat,
bagaimana dunia terkapar tak mampu bicara,
ada kekuasaan yang merajai sebagian kebebasana,
menekan,
menenggelamkan rasa demokrasi.
Tak ada saling kepercayaan lagi,
mussnah setelah itu.
Bukan tanpa sebab,
tapi sebuah penyebab yang menimbulkan latar belakang,
memisahkan mana yang tampak dan tak tampak,
tapi lagi-lagi hanya sekedar pencitraan,
membuat sebuah cerita yang omong kosong.
Kini penantiannya untuk sebuah kebebasan telah hilang,
pembenaran terdiam,
hanya kekuasaan yang bicara.
Menunggu sebuah kematian dari hal yang sangat sulit di pahami,
bahkan,
tangan dari kebaikan hanya menunggu dan takut akan sebuah label perumpamaan.




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger