Di Balik Jubah (part ending)

Written By Unknown on Monday, 31 March 2014 | 6:24 am 0



Kemudian Imam itu menghampiri jenazah wanita muda itu. Lalu berlutut seolah sedang memuja didepan altar suci, dipeganya tangannya yang dingin lalu ditempelkan sejenak di atas bibirnya yang gemetar sambil memandangi wajahnya yang telah diselubungi lembut kematian. Suaranya tenang seperti malam, tetapi sekaligus dalam laksana dasar sumur gelora, penuh kegelisahan, tetapi sekaligus memancarkan harapan insani. Dan tercetuslah ratapnya dalam tangisan:

“Oh Rachel, pengantin jiwaku, dengarkan ini! Akhirnya aku dapat bicara! Sang maut telah membuka kunci bibirku, hingga aku kini dapat mengungkapkan kepadamu sebuah rahasia yang lebih dalam dari pada hidup. Rasa pedih yang tak terpikirkan melepas hujaman paku di lidahku, dan aku dapat mengurangi penderitaanku, yang lebih parah dari pada luka jantung merah yang menetes. Dengarkanlah rintihan jiwaku, oh, jiwa suci, yang kini mengambang antara bumi dan langit. Tengoklah orang mudah yang selalu menunggumu pulang dari ladang, yang melihatmu dari balik semak-semakdan pepohonan, berlindung diri karna ketakutan dan memandang keelokan dan kecantikanmu. Dengarkan pendeta ini, abdi Tuhan yang berseru kepadamu tanpa malu, setelah kau mencapai hadirat-Nya. Aku telah membuktikan kekuatan cintaku, dengan menyembunyikannya!”

Setelah membuka kandungan jiwanya, Bapa itu membungkukkan diri dan menanamkan tiga ciuman panjang, dalam dan bisu diatas kening, pelupuk mata dan leher pujaannya, mencurahkan segenap rahasia cinta dan lara deritanya, serta perih siksaan pada masa-masa lampau. Lalu tiba-tiba dia menarik diri kesudut yang terlindug oleh bayang, dan terhenyak lumpuh dilantai, menggil seperti daun musim gugur, seolah sentuhan dingin wajah wanita tadi telah menggugah jiwanya untuk bertobat. Kemudian dia membenahi diri dan berlutut, sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan, lalu berbisik lembut,

“Tuhanku... Ampunilah dosa hamba, ampunilah kelemahanku. Daku tiada kuasa menutup rahasia yang sudah kau ketahui selama ini. Tujuh tahun lamanya hamba mengunci rapat-rapat rahasia dibalik jeruji besi benteng hati, dan mencegahnya agar tidak terucap oleh kata-kata, hingga maut tiba dan merobek-robek benteng kokoh itu. Tolonglah aku, ya Tuhan, dan sembunyikan kenangan indah tiada tara ini, yang menyenangkan kidung elok kehidupan, tetapi menyenandungkan empedu pahit dari-Mu. Ampuni aku.”


Tanpa memandang lagi, dia merintih hingga fajar tiba, dan menebarkan kabut lembut merah jambu di atas dua insan yang tak bergerak, mengungkapkan pertarungan cinta dan agamadalam diri seseorang, dan perdamaian dalm hidup dan mati pada yang lain.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Di Balik Jubah (part ending). Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Monday, 31 March 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 6:24 am

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status