Di Balik Jubah part.1

Written By Unknown on Sunday, 30 March 2014 | 12:19 pm 0



Rachel terbangun di tengah malam dan matanya nanar memandang sesuatu yang tak tampak di langit-langit kamarnya. Dia mendengar suatu suara yang lebih menentramkan hati dari pada bisikan-bisikan kehidupan, dan lebih senduh dari ratap keluhan jurang dalam, lebih lembut dari gemerisik sayap putih, dan lebih dalam dari amannah gelombang damudra. Suara itu digetari harapan dan kesia-siaan, kegirangan dan kesedihan, dengan cinta kepada kehidupan namun disertai keinginan pada kematian. Kemudian Rachel memjamkan mata dan menghela nafas dalam-dalam; dia mendesah, sambil berkata,Fajar telah meraih pinggiran lembah yang terjauh, kita harus pergi menuju matahari untuk menyongsongnya.” Bibirnya ternganga, mirip seuah luka terbuka dalam kalbunya, dan pedihnya menggema ke udara sekeliling.

Saat itu Imam menghampiri ranjangnya dan meraba pergelangan tangannya, terasa sedingin salju, dan ketika dia dengan ketetapan hati meletakkan jemarinya diatas jantung wanita itu, dia menyimpulkan bahwa detak jantungnya telah berhenti, jantung itu sama diamnya seperti abad-abad yang silam, dan sebisu rahasia dalam hatinya.

Imam itu menundukkan kepala dalam kegundahan rasa yang amat dalam. Bibirnya gemetar, seolah ingin mengucapkan firman illahi, yang alunnya dikumandangkan oleh bayang-bayang malam, menggapai lembah-lembah jauh dan terpencil. Setelah menyilangkan tangan wanita itu di dada, Imam itu menengok ke arah seorang pria yang duduk di sudut ruangan, terhindar dari pandangan, dan dengan suara yang lembut dan penuh iba dia berkata, “Kekasihmu telah mencapai lingkaran Cahaya Agung. Mari, saudaraku, kita berlutut dan berdoa.”

Suami yang berduka itu mengangkat kepala, matanya nanar, menembuskan pandng pada yang tak tampak, dan raut wajahnya berubah, seolah telah menangkap sekilas pengertian dari Tuhan yang penuh rahasia. Dibenahinya dirinya yang remuk-redam, dan dia berjalan dengan kidmat ke ranjang istrinya, lalu berlutut di samping Imam yang sedang memanjatkan doa, seraya membuat tanda silang di dada. Sambil meletakkan tangan di atas pundak suami yang terpukul parah itu, sang Bapa bertutur tenang, “Pergilah ke bilik sebelah, saudaraku, karna kau sangat membutuhkan istirahat.”

Pria itu bangkit dengan patuh, berjalan kekamar dan menghempaskan tubuhnyayang letih diatas ranjang sempit, dan selang beberap saat telah terkulai berlayar ke alam mimpi, laksana seorang anak kecil yang mencari perlindungan dalam pangkuan bunda yang mengasihinya.


Sang Imam tetap berdiri seperti tugu di tengah ruangan dan suatu pertarugan batin yang aneh mencekamnya. Dengan mata yang berlinang-linang memandang bergantian, dri sosok jenazah wanita muda yang terbujur dinginitu kemudian kearah suaminya, yang tampak dari celah gorden, sedang tergolek lunglai. Satu jam berlalu, yang terasa lebih lama dari pada se abad dan mengerikan dari pada kematian, dan sang Imam pun masih saja tegak di antara dua jiwa yang terpisah itu. Yang satu sedang mangarungi ke alam mimpi, sebagaimana sebuah ladang bermimpitentang musim semi mendatang, setelah mengalami duka cita musim dingin, dan yang satu dalam keadaan istirahat abadi.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Di Balik Jubah part.1. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Sunday, 30 March 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 12:19 pm

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status