Andai saat itu aku bisa berteriak sesuai dengan apa yang hatiku katakan.
Andai saat itu mulutku mampu berbicara sesuai apa yang otakku perintahkan.
Andai aku punya nyali untuk mengatakan semuanya.
Tetapi pertanyaanmu saat itu membuatku bingung.
Pertanyaanmu membuat hati dan otakku berfikir keras.
Tapi bodohnya mulutku tak seirama dengan hati dan otakku.
Sebenarnya telah kurangkai sebuah kata.
Telah kusimpan rapi , siap diungkapkan ketika kau bertanya.
Tapi apa? Jawabanku membingungkan mu.
Pelukku mengendur artinya aku kecewa atas jawabanku.
Pelukku terlepas artinya aku sedih atas jawabanku itu.
Tetapi seakan ribuan paku menohok jantungku, kau memilih diam.
Kau memilih membisu setelah tau jawabanku.
Tapi kau tak menyadari, ketika aku kembali memelukmu erat artinya aku tak ingin terlepas darimu.
Aku ingin tak terlepas.
Aku ingin tak ada jarak.
Aku ingin saling terikat.
Tapi hanya dengan itu mungkin tak dapat mengungkapkan semuanya.
Aku mengerti kebingunganmu atas jawabanku.
Mungkin kau juga kecewa atas jawabanku.
Tapi apa kau tak ingin bertanya sekali lagi?
Atau apakah itu adalah pertanyaan terakhirmu?
Aku ingin mejawabnya sekali lagi.



0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger