Rahasia Hati (part ending)

Written By Unknown on Friday, 4 April 2014 | 6:40 am 2



“Ya, akulah orang yang paling mengerti perempuan, dalam kerinduan dan hasrata mereka, karena kau telah menyaksikan sendiri bagaimana kereta-kereta kuda milik suamiku, ditambah dengan harta kekayaannya yang melimpah ruah digudang harta, sama sekali tidak sebanding dengan kedip mata pemuda miskin yang telah ditakdirkan diciptakan untukku, dan untuknya aku diciptakan. Ia begitu sabar menanti di dalam duka dan menahan diri dalam perpisahan yang mencabik-cabik. Seorang yang telah menjadi korbankeinginan hati ayahku, tanpa kesalahan ia terpenjara dalam jeruji waktu.

“Tak perlu engkau menghiburku, karena satu-satunya hiburan bagiku adalah kebebasan, mengetahui kekuatan cintaku serta kehormatan dambaanku. Aku melihat, kini, dibalik genangan airmataku, hari-hari yang telah di tentukan untukku membawaku menuju saat aku akan bertemu sahabat jiwaku, bersatu dengannya dalam pelukan panjang yang suci.”

“Janganlah engkau salahkan aku, karena aku pun telah berbuat sebagaimana istri yang baik, sekuat hatiku mentaati hukum dan tradisi laki-laki. Aku selalu menghormati, memuliakan dan patuh kepada suamiku. Tetap aku tak bisa berikan segala yang ku miliki, karena Tuhan telah menetapkan bahwa itu hanya untuk kekasihku yang akan segera ku temui, tidak lama lagi.

“Langit telah menentukan dalam keheningan yang hormat, bahwa ku harus menjalani hari-hariku kini dengan laki-laki yang bukan untuknya aku diciptakan, dan akan ku jalani waktu-waktu ini sesuai kehendak langit. Nanti, ketika pintu keabadian telah waktunya terbuka dan aku akan bersama kembali dengan belahan jiwaku, maka aku akan memandang kemasa lalu, masa yang tidak lain adalah hari-hari ini, seperti musim semi memandangi musim dingin. Aku akan merenungi kehidupanku ini seperti seorang pendaki yang telah sampai di puncak dan memandangi lereng-lereng terjal yang telah ia laui.”

Saat itu sang dara berhenti menulis, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan dan menangis dengan pilu. Hatinya telah memutuskan untuk membukakan rahasianya yang paling suci kepada pena dan kertas yang ada dihadapannya. Ia menarim nafas, menghentikan tangisannya, dan airmata itupun pergi ke angkasa, tempat jiwa-jiwa para pecinta dan roh bunga-bunga.

Setelah beberapa saat diambilnya alat tulis itu dan menambahkan,
“Apakah engkau masih ingat pemuda itu? Apakah engkau ingat cahaya yang memancar dari kedua matanya, dan kesedihan yang membayang di alisnya, dan senyumnya yang seperti perempuan putus harapan? Apakah kau juga masih mengingat suaranya seperti gema dari lembah yang jauh? Apakah kau juga masih ingatketika ia merenungkan persoalan diri dengan pandngan mata menerawang, dan bergumam dengan kata-kata aneh, kemudian menundukkan kepala sambil mengeluh, seakan sedang hawatir bahwa ucapannya tadi akan mengungkapkan segala rahasia yang ia pendam dalam hati? Apakah kau dapat mengingat itu semua dalam diri seorang pemuda yang oleh kemanusiaan dianggap sebagai salah satu anaknya, kepadanya ayahku memandang dengan mata angkuh karena ia lebih tinggi dari kebanggan bumi dan lebih mulia dari kekayaan warisan?

“Engkau tahu, Ayunda tercinta, aku adalah martir di dunia yang remeh ini, dan seorang korban kebodohan. Apakah engkau akan kasihan kepada adikmu yang termangu sendiriandi tengah sunyi malam yang mengerikan, menumpahkan segala isi jiwanya dan mengungkapkan kepadamu segala rahasia isi hatinya? Aku yakin engkau akan mengasihiku, karena aku tahu bahwa cinta telah menyinggahi hatimu.”


Fajar telah tiba, dan sang dra terkulai dalam pelukan lelap, berharap mendapatkan mimpi-mimpi yang lebih manis dan lebih indah dari kenyataan yang ia jumpai disaat terjaga.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Rahasia Hati (part ending). Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Friday, 4 April 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 6:40 am

2 komentar:

  1. waaah pertamax nih saya,,hehehe, terimakasih suah berkunjung di blog saya kak..btw sebaiknya template blog ini dibikin responsive agar lebih keren! semangat yaa ngeblognya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. trimakasih banyak dah mau berkunjung ke sini. dan juga terimakasih sarannya sangat bermanfaat :)

      Delete
:) :( ;) :-D ;;-) :-/ :x :-p :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status