Perjamuan

Written By Unknown on Saturday, 5 April 2014 | 7:44 am 0



Dimana engkau sekarang manisku? Apakah engkau berada di taman kecil itu menyirami bunga-bunga yang mencintaimu seperti bayi yang mencintai ibunya? Apakah engkau berada dalam kamarmu tempat engkau membangun altar untuk kemurnian dan mengorbankan jiwa dan nafas terakhirku? Atau apakah engkau berada di antara buku-bukumu, meningkatkan pengetahuan tentang kebijaksanaan manusia, meskipun, engkau tak punya keinginan untuk mencari kebijaksanaan bahkan dari Tuhan?

Di manakah engkau, teman jiwaku? Apakah engkau berada dalam kuil untuk mendoakanku? Ataukah engkau berada di padang rumput bersatu dengan alam, sumber ketakjuban dan mimpi-mimpimu? Apakah engkau berada di gubuk-gubuk orang miskin, menyenangkan hati yang patah dengan kemanusiaan jiwamu dan mengisi tangan-tangan mereka dengan kemurahan hatimu?

Engkau berada di mana-mana, karena engkau berasal dari jiwa Tuhan. Engkau ada di setiap waktu, karena engkau lebih kuat dari takdir. Ingatkah engkau pada malam-malam saat kita bersama, mengungkapkan cahaya jiwamu, dan bidadari-bidadari cinta mengelilingi kita menyanyikan lagu gereja dari perbuatan jiwa? Ingatkah engkau saat-saat kita duduk dalam bayangan ranting-ranting? Mereka melindungi kita seperti tenda menudungi kita dari manusia, sebagaimana tulang rusuk menyembunyikan rahasia jiwa yang murni. Ingatkah engkau jalan-jalan dan bukit-bukit yang kita lewati bersama-sama, jari-jarimu melilit dalam jari-jariku seperti kembaran rambutmu? Kepala kita saling menyandar seolah-olah kita akan melindungi dari diri kita. Ingatkah engkau saat aku datang menawarkan perpisahan?

Engkau memelukku lalu menciumku. Engkau memberiku ciuman kesucian, dan aku tahu menyatukan bibir melahirkan rahasia kehebatan sifat ketuhanan yang tidak dipahami lidah. Ciuman adalah pengantar dari dua nafas yang menyatu, menceritakan dongeng nafas yang Tuhan tiupkan kedalam tanah liat dan jadilah manusia. Nafas itu pergi di depan kita menuju dunia jiwa-jiwa, menyatakan kemuliaan dua jiwa kita. Di sana ia akan mengingatkan sampai kita bersatu selamnya. Lalu engkau menciumku dan menciumku, dan engkau berkata dalam tangis, “Tubuh mempunyai tujuan yang kita tidak tahu. Mereka berbagi untuk alasan keduniaan dan dijauhkan sampai akhir dunia. Namun jiwa-jiwa tetap dalam tangan cinta, selamat sampai kematian datang dan menyeret mereka dihadapan Tuhan.

“Pergilah cintaku, kehidupan telah memberikan perintah, jadi engkau harus patuh. Ini sangat agung, memberikan kepatuhan cangkir-cangkir yang penuh untuk minum dari air mancur kesenangan. Kalau menurutku, cintamu akan menjadi pengantin laki-laki yang dapat di percaya dan ingatanmu mengembara dan diberkahi pesta pernikahan.”

Di manakah kii engkau temanku? Apakah engkau berbaring sadar di sunyinya malam? Aku telah memerintahkan angin sepoi-sepoi kapan saja ia bertiup kearahmu untuk menyampaikan padamu detak jantungku dan rahasia organ-organ tubuhku. Dan apakah engkau sedang menatap gambar kekasihmu? Gambar itu tak lagi benar, karena kesediha telah mendudukkan bayangannya pada dahi yang kemaren bahagia saat dekat denganmu. Kesedihan telah memudarkan mata yang pernah menyinari kecantikanmu. Kerinduan telah mengeringkan bibir berembun dengan ciumanmu.

Di mana engkau, kekasihku? Apakah engkau mendengar panggilanku dan kesedihanku dari seberang lautan? Apakah engkau melihat kelemahan dan kesengsaraanku? Apakah engkau tahu kesabaran dan ketahananku? Apakah tak ada dua jiwa di udara yang mengantarkan nafas penderitaan seorang lelaki yang sekarat? Apakah tak ada tali ghaib antara jiwa-jiwa untuk membawa ratapan kekasih yang rindu?


Di manakah engkau hidupku? Kegelapan telah memelukku dan kesedihan membanjiriku. Senyumlah di udara dan aku akan pulih. Bernafaslah di udara, dan aku akan segar. Di manakah engkau kekasihku, di manakah engkau? Ah, betapa agungnya cinta dan betapa kecilnya aku!.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Perjamuan. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Saturday, 5 April 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 7:44 am

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status