Senin,
19 Mei 2008
Detik
yang mendebarkan, seiring langkah kaki yang mulai lelah. Menunggu
sang mentari terbit adalah saat yang sangat-sangat mendebarkan untuk
saat ini. Hari yang akan menutup segala cerita dalam suasana yang
penuh warna-warni.
Kembali
ke ceritaku hari ini. Ini adalah hari di mana aku wisuda. Ada harapan
lebih untuk ku ucapkan kepadanya, untuk terakhirkalinya dan pada
kesempatan terakhir ini juga.
Saat
ini ku duduk dan bersandar di atas, menanti giliran untuk dipanggil
naik panggung sebagai formalitas atau simbolis atau juga keharusan
saat wisuda dengan menyematkan sedikit simbolis juga. Tapi tak tahu
mengapa perasaanku bercampur aduk hari ini, satu sisi nerfus bisa
dikatakan demam panggung menanti giliran panggilan. Di sisi lain aku
terus memikirkan dia, apakah hari ini hadir atau tidak di tengah
suasana ini.
Sejam
berlalu setelah prosesi wisuda telah usai. Suasana masih ramai dengan
prosesi foto bareng dari seluruh keluarga wisudawan/wisudawati. Aku
sendiri duduk di sudut depan ruang kelas dengan merebahkan tubuh di
atas bangku. Dengan tubuh letih dan peuh pikiran ku rebahkan sebentar
tubuh ini, tak sempat hilang lelah ini ada suara yang memanggil, aku
terkejut dan tak bisa berpaling. Dia hadir didepanku, mungkin aku
bertanya-tanya dari mana dia bisa tau aku disini, tapi biarlah nggak
penting juga. Dengan kegugupan aku tatap wajahnya, ada sebungkus kado
yang terbungkus rapi, dan di sodorkannya kepadaku, dengan tangan
terbuka ku terima itu.
Sejam
berlalu dia pergi meninggalkanku sendiri dengan kesedihan. Sebungkus
kado masih di tangan, akhirnya aku putuskan untuk pulang.
Sesampainya
di rumah ku buka kado itu terselip sebuah surat yang ku simpan sampai
sekarang. Di kertas itu tertulis,
To: kakakku,sebelumnya ku ucapkan terimakasih dan beribu-ribu maaf yang terindah dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Kakak kebersamaan adalah segalanya buatku, mungkin selama ini ku pernah menyakitimu, membuatmu marah, dan membuatmu jengkel. Ku ucapkan beribu-ribu maaf.Kakak...lewat seputih kasihku ini ingin ku goreskan kata yang terindah dari lubuk hatiku yang paling dalam. Ku ingin berbagi rasa kebersamaan denganmu saat ini, sekalipun ku bukan orang yang teristemewa buatmu. Tiada kata yang bisa ku ucap selain “Good Luck and Good Bye”.




nyimak nih sob :)
ReplyDeletesilahkan sob trimakasih dah mau mapir :)
Deletewkwk emmh, dtunggu kelanjutan ceritanyaaa :D
ReplyDeleteSiap di tunggu ja hehehe :D
Deleteada kebahagian dibalik asa yang terlepas... semoga langgeng ya... aamiin..
ReplyDeletetapi nanti ceritanya nggak seindah yang dibayangkan hehehe, ta ada yang namanya penyatuan hehe :)
DeleteTerharu sob :(
ReplyDeletemakasih sob :)
Delete