Memorable part.6

Written By Unknown on Friday, 18 April 2014 | 6:00 am 8



Senin, 19 Mei 2008

Detik yang mendebarkan, seiring langkah kaki yang mulai lelah. Menunggu sang mentari terbit adalah saat yang sangat-sangat mendebarkan untuk saat ini. Hari yang akan menutup segala cerita dalam suasana yang penuh warna-warni.

Kembali ke ceritaku hari ini. Ini adalah hari di mana aku wisuda. Ada harapan lebih untuk ku ucapkan kepadanya, untuk terakhirkalinya dan pada kesempatan terakhir ini juga.

Saat ini ku duduk dan bersandar di atas, menanti giliran untuk dipanggil naik panggung sebagai formalitas atau simbolis atau juga keharusan saat wisuda dengan menyematkan sedikit simbolis juga. Tapi tak tahu mengapa perasaanku bercampur aduk hari ini, satu sisi nerfus bisa dikatakan demam panggung menanti giliran panggilan. Di sisi lain aku terus memikirkan dia, apakah hari ini hadir atau tidak di tengah suasana ini.

Sejam berlalu setelah prosesi wisuda telah usai. Suasana masih ramai dengan prosesi foto bareng dari seluruh keluarga wisudawan/wisudawati. Aku sendiri duduk di sudut depan ruang kelas dengan merebahkan tubuh di atas bangku. Dengan tubuh letih dan peuh pikiran ku rebahkan sebentar tubuh ini, tak sempat hilang lelah ini ada suara yang memanggil, aku terkejut dan tak bisa berpaling. Dia hadir didepanku, mungkin aku bertanya-tanya dari mana dia bisa tau aku disini, tapi biarlah nggak penting juga. Dengan kegugupan aku tatap wajahnya, ada sebungkus kado yang terbungkus rapi, dan di sodorkannya kepadaku, dengan tangan terbuka ku terima itu.

Sejam berlalu dia pergi meninggalkanku sendiri dengan kesedihan. Sebungkus kado masih di tangan, akhirnya aku putuskan untuk pulang.

Sesampainya di rumah ku buka kado itu terselip sebuah surat yang ku simpan sampai sekarang. Di kertas itu tertulis,
To: kakakku,sebelumnya ku ucapkan terimakasih dan beribu-ribu maaf yang terindah dari lubuk hatiku yang paling dalam.
Kakak kebersamaan adalah segalanya buatku, mungkin selama ini ku pernah menyakitimu, membuatmu marah, dan membuatmu jengkel. Ku ucapkan beribu-ribu maaf.Kakak...lewat seputih kasihku ini ingin ku goreskan kata yang terindah dari lubuk hatiku yang paling dalam. Ku ingin berbagi rasa kebersamaan denganmu saat ini, sekalipun ku bukan orang yang teristemewa buatmu. Tiada kata yang bisa ku ucap selain “Good Luck and Good Bye”.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Memorable part.6. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Friday, 18 April 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 6:00 am

8 komentar:

  1. Replies
    1. silahkan sob trimakasih dah mau mapir :)

      Delete
  2. wkwk emmh, dtunggu kelanjutan ceritanyaaa :D

    ReplyDelete
  3. ada kebahagian dibalik asa yang terlepas... semoga langgeng ya... aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi nanti ceritanya nggak seindah yang dibayangkan hehehe, ta ada yang namanya penyatuan hehe :)

      Delete
:) :( ;) :-D ;;-) :-/ :x :-p :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status