Angin berhembus menata kembali riuh yang pecah di keheningan malam. Suasana merubah dirinya yang nyata. Mengisahkan cerita yang larut dalam mimpi, meniadakah halusinasi yang terlalu kuat, mencoba merobohkan naluri dari tebing yang tinggi.
Dunia menyapa dari hal yang tak wajar, mentari telah mengabaikannya. Malam larut dalam pergantian hari. Kini udara meniadakan mata yang terlelap, memanggil kembali jiwa yang telah hilang dalam perantauan. Mimpi membahas masa lalu yang sunyi, dan kini mentari membuka semua dengan senyumannya. Embun menjadi properties yang mempercantik pagi yang eksotis. Dan terdengar jelas apa yang telah mimpi utarakan, meniupkan sebentuk kesempatan yang terbenam. Cerita menggapai keheningan dan berputar pada poros yang tak rata.
Hal yang terlihat dalam sebuah awal, menandai cerita yang berbeda, hari mengisahkan dua jiwa yang menemani pagi, membuka romansah dari tebing yang terjal, membuka sebagian dari yang dihapuskan oleh malam. Terdengar hanya lirih, sedikit bersuara dari dentuman nadi yang mengalahkannya. Ada satu hal yang membuka jalan diantara keduanya, meraih apa yang tak pernah ketakutan sembunyikan, menemukan hiasan yang terlalu mahal untuk di lihat. Menikmati sajian dari ritmik pagi yang menghibur.
cerita dibalik malam yang telah melarutkan dingin dan menanam ego




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger