Hari yang cerah untuk hari yang sepi part.1

Written By Unknown on Monday, 12 January 2015 | 7:27 pm 0

Sepenggal lirik lagu dari sebuah band yang legendaris itu mengawali pagiku, aku bersiap untuk pergi ke tempat  menimba ilmu , dengan mengepalkan tangan, aku pun seraya berkata “mengejar kata Sempurna”
       Menapaki jalanan trotoar yang kala itu masih sepi, dan rerumputan yang masih basah karena hujan semalam, kicauan burung yang seakan mengiringi setiap langkah kaki. Aku berjalan perlahan menikmati setiap anugrahNya..
       Tak henti pula, otak ini menuntut untuk berimajinasi, berkhayal sesaat untuk mengharapkan sebuah keajaiban hadir dipundakku. Serangkaian huruf-huruf yang bertebaran di otak bak secepat kilat menyusun sebuah rangkaian yang menghasilkan kata “seandainya”…
Dan perlahan demi perlahan kata itu menjadi kalimat dengan susunan “seandainya kau ada di sini”….
       Aku tersadar,
Bahwa aku memang merindunya, tapi dia kini telah bahagia dengan pilihannya…
Dan bodohnya aku masih berharap dia datang mendekapku, memelukku erat, dan tak akan pernah meninggalkanku. Itu sebuah kebodohan, yah aku menyadari itu. Dia bukan milikku lagi.
      “Tuhan, apakah Engkau bisa memberiku kesempatan yang kedua?”
Jika iya, aku ingin dia berbalik melihatku..
Agar dia tahu bahwa ada sebuah pengorbanan perasaan demi cita-cita, 
Ada sebuah pertaruhan perasaan demi kebahagiannya,
Dan ada sebuah goresan luka karena keegoisannya.
        Tuhan, bukan aku tak mampu untuk melupakannya. Hanya saja aku hanya ingin dia tahu bahwa aku pernah menunggunya.
       Aku masih terus menapaki jalanan itu, dengan membawa sebuah kerinduan yang kusadari.
Rerumputan mulai bergoyang, mengajakku menari. Burung-burungpun mulai menyanyikan lagu untuk meredakan kerinduan ini..
       Mereka seolah tahu, aku sedang merindunya, seakan sangat dalam perasaan ini padanya.
Bagaimana bisa, sampai saat ini kalimat itu masih jelas teringat dalam memori. Sebelum dia pergi meninggalkanku,  pesan singkat yang dikirimkannya masih sangat jelas dan terasa nyata.
       “Jangan lupakan aku”..
Pergi meninggalkanku untuk sebuah cita-cita, dan akan kembali jiwa waktu boleh mengizinkannya.
       “Aku penting baginya, dia membutuhkanku, dia ingin aku menunggunya” pikirku dalam hati.
Terselip senyuman dalam bibirku, terselip keyakinan bahwa dia memang untukku.

Oh Tuhan, sadarkah ini? Atau aku masih dalam imajinasi?

Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Hari yang cerah untuk hari yang sepi part.1. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Monday, 12 January 2015. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 7:27 pm

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status