Apakah kita benar-benar sadar,
Ketika dunia meninggalkan kita dalam kesendirian,
Dalam kegelapan.
Tiada sandaran untuk mengeluh,
Tiada kesempatan untuk bangun.
Kita selalu berbicara seolah-olah kita adalah independen,
Tiada penguasaan yang lebih dari nalar dan logika kita.
Tiada pengaruh yang mampu mengecilkan kita.
Kita selalu bangga akan sisi lahiriah kita,
Padahal itu hanya batas dari sebuah keterbatasan yang Dia berikan kepada kita.
Kita banyak mengagungkan keberhasilan dari lahiriah dan duniawi kita,
Yang sebenarnya hanya hidup sementara dalam pikiran kita.
Saat jatuh dalam keterpurukan,
Kita bingung mau kemana?
Kita bingung mau mengadu kepada siapa?
Kita hanya bisa meratap dalam hati.
Tapi dari semua itu hanya ada satu kebenaran yang seharusnya menjadi tujuan kita,
Menjadi pelabuhan dari yang terakhir,
Menjadi harapan dan asa kita untuk tetap berjuang di jalan yang telah di ridhoiNya.
Kata syukur adalah wujud dari kehidupan yang bahagia,
Ibadah adalah perwujudan kasih sayangNya untuk kita,
Dan pikiran inilah yang Dia ciptakan untuk kita tetap bisa hidup dijalanNya.
Betapa indah takdirNya,
Saat kita bersyukur dari sebuah ujian,
Maka ada sebuah kenikmatan didalamnya yang tak sedikitpun kita sadari,
Ada sebuah kebahagiaan ansai kita mau memaknainya.
Dari ketiadaan maka akan ada keadaan yang nyata dalam perwujudan kenikmatan dalam syukur kepadanya.



0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger