seperti angin,
rindu itu melalui malam dan menyisakan raut dibahagia-bahagiakan kala embun menyapa.
tak ada yang tahu bagaimana rindu itu diam-diam mengisi celah hati yang telah menjadi puing-puing halus.
seperti angin,
kaum mereka adalah pengembara,
hanya berlalu saja.
mereka akan berhenti ketika lelah,
dan singgah dipersimpangan jalan.
bahkan ada yang menjadikan persimpangan itu sebagai tempat terakhir perkelanaanya.
ia menetap dan menjadikannya ruamah.
tak ada yang perlu disesalkan karena kita memang persinggahan untuk pengenbara yang tahu arah.jadilah persinggahan yang baik,
sambut jika ia datang,
antarkan sampai pintu jika ia berpamitan.
tinggal kamu sendiri yang mendekap lara dan rindu yang kamu titipkan lewat angin yang berhembus.
Catatan Rara Oktavianasa
Kiasan Tak Bermakna
Written By Unknown on Monday, 22 September 2014 | 4:33 pm 0
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Blog, Updated at: 4:33 pm



0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger