Sisakan garam dari tbuhmu, ibu.
sudh bermalam-malam ku keringkan air laut menajamkan pisau usiaku
Tapii kenapa aku lebh suka menikmati garam yg diulang dari tubuhmu?
Aku tak pernh jadi perahu dilautmu, ibu.
padahal sudah kurekam beribu-ribu ayatmu di hatiku.
jadi lembar-lembar kitap yang terbuka:
tapi wajahmu selalu hilang dan datang
Seperti gambar televisi yg tak mampu ku baca
Ibu, ingin ku keringkan air laut dari tubuhmu hingga jadi garam biar
lauk-lauk hariku punya rasa.
ingin kuperas garam dari tubuhmu dengan sejuta matahari yang kupetik dari pohon-Nya
Saatnya kini aku mengerti garam dari tubuhmu sangat kurindu.
padahal,
laut yang bergelora dari sela-sela hatimu mulae menepi,
dan aku kembali ziarah kedalam mimpi-mimpi besarmu
yang belum juga seluruhnya rampung!
Ibu,
aku ingin kembali ziarah kedalam pangkuan lautmu.
seperti perahu yang masuk ke galangan penuh karat.
sebab peradaban telah membuatku makin jauh dari lidah asin-asinmu....
akuuuu rindu ibuu :(
Catatan Dilla Putri Tjahyadi




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger