Duar!
Merah pekat
Amarahku meluap,
ragaku meronta,
berontak dari kebisuan senyapku
Di luar, bising gergaji
Di dalam tubuhku nyeri
Aku terjamah,
saat niat bermaksud rama.
Aku ternoda,
tepat ketika roda-roda tinja menyentuh riakku.
Bedebah, ingin kumaki mereka.
“Atas nama manusiawi”
Begitu katanya beralibi.
Lantas kubiarkan tubuhku terkikis,
Isiku terkuras,
kandas, hilang tanpa bekas.
Jantungku digundulnya,
Uratku dibabat, nadiku di embat,
Mulutku dibungkam rapat-rapat.
Lalu apa boleh buat?
Duar!
Aku berkibar,
apa yang terjadi? Inilah Tragedy.
Aku marah, tubuhku rata.
Kau musnah.
Catatan Cukup Oi Aja
Batu, 05, des, 2009




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger