Setiap detik berjalan dalam kehampaan,
terasa melelahkan,
hanya mencari kepastian rasa,
yang tak pernah menentu.
Langkah kaki berjalan,
menyusuri relung-relung kehidupan,
ingin menunjukkan sesuatu.
Dalam dekapan malam,
ada gelap yang menaburkan kesunyian,
yang tak pernah terhapus oleh tawa.
Airmata terus menetes,
mengalir membasahi beban yang terdiam.
Dengan perlahan langit yang cerah,
berubah dalam penatnya awan hitam,
melawan cahaya bintang yang semakin redup,
di ikuti hembusan nafas angin,
membelai setiap dedaunan yang berguguran.




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger