Aku bukan bermimpi,
aku hanya ingin kepastian,
aku datang dari sadar,
bukan sebuah nalar semata.
Aku kesepian?
yah, itu benar adanya,
aku seorang pecundang?
mungkin juga itu benar,
aku cuma seorang pengeluh?
yah, itu benar.
Tapi apa yang kalian tau tentang aku?
apa sekedar hanya itu?
Tak penting memang alasan ada,
jika benar hanya ada satu sisi yang terbilang.
Kenapa aku mengeluh?
apakah benar aku telah jadi seorang pecundang?
terserah!
aku tak mau berdebat karena hal itu.
Sesendok kopi akan menjadi warna pekat dalam air,
rasanya pun terlihat nikmat dicampur dengan pemanis,
tapi,
ketika pemanis itu luntur,
lihatlah dan rasakan seberapa pahitnya,
itulah yang terjadi,
dan kalian tak berhak untuk menilainya.
Sekedar terlihat manis memang gampang,
sekedar senyum juga gampang,
tapi, benarkah itu tulus?
Taukah dibalik senyum ada keluh kesah,
dibalik manis selalu ada pahit,
karena itu adalah sebuah sebab.
Jadi, tak pantas kalian menilainya,
karena sebab tak dapat di ambil dengan cara apapun,
dan ketika ada sebuah pengaruh,
maka tetapkan apa yang telah menjadi perdebatan,
apakah harus terhenti,
ataukah menjadi sebuah kekonyolan.
Satu kata lagi,
kalian tak berhak menilaiku seperti itu!
karena kalian tak tau sebab yang terjadi.




Ini puisi menggambarkan diriku, dibalik senyum ada keluh kesah :-d
ReplyDeletesemua orang pasti pernah mengeluh kang hehe :D
Deletewaaah keren nih puisi :-bd
ReplyDeleteTrimakasih :)
Delete