Di kala bintang menghilang,
takkan ada senyum pada malam,
cahayanya takkan mampu mendekap kecantikan mimpi,
mungkin hanya tersisa kegelapan,
merajai luas langit di sela-sela cahaya bulan yang mulai redup.
Lantunan melodi malam takkan terdengar,
tak seindah di mana hati telah bersuara,
tercermin dalam bayangan cahaya semu,
dan syair mimpi tak lagi bernada.
Saat pagi melambai,
menatari menyambut dengan senyumannya,
penuh dengan sebuah rahasia.
Embun tertawa dengan manisnya,
terbingkai oleh senyap dan kesejukan udara pagi,
meleburkan sebagian dari warna pelangi mimpi,
dan akan menutup sebuah tirai yang gelap dari kehidupan malam.
Hanya kehidupan yang bisa,
mampu,
memberikan sebuah arti,
dari dekapan pujangga hati.




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger