Aku termenung sendiri,
dari balik sesuatu yang tak terlihat,
aku bermimpi,
tapi selalu tak mengerti,
apakah itu benar?
ataukah sebuah pembenaran yang dipaksakan?
Aku hidup dari sebuah kebohongan,
itu yang mereka tau.
Apa sebatas itu pikiran menyesatkan mereka,
atau lebih dari itu,
dari pandangan yang sangat asing,
dari pikiran yang seakan tak lagi ku kenal.
Aku bukan robot,
yang tak punya rasa sakit,
yang tak punya airmata.
Tapi,
aku hanya sebait puisi,
yang digoreskan malam untuk terlelap.
Dari sudut pandang sisi yang tak ada kebenarannnya,
tak ada pembuktiannya,
mereka hanya sedang mengujiku,
dan hanya ketangguhan telah hilang,
menertawakan aku yang terus bertahan.
Harta memisahkan sebagian dari naluri,
memisahkan sisi perasaan yang peka,
memisahkan kebahagiaan dari pandangan,
menyatukan kebencian mereka,
dari satu sisi yang sangat lemah buatku.
Dan akhirnya,
itu yang telah memisahkan kita,
kenangan dari sebuah wujud ke egoisan,
wujud dari tamparan yang halus.
Cukup hari ini,
yang memisahkan airmata dari dua hati yang telah berlalu.




keren puisi ne gan,, :)
ReplyDeletetrimakasih gan sudah mau mampir, salam sukses ja buat agan :-bd
Deletemantap gan puisi nya :-D
ReplyDeletetrimakasih gan :-bd
Delete