Pertama kali aku melihatmu,
aku tak ragu hatimu,
meski ku tak tau siapa dirimu,
hanya bermodal kesungguhan dan harapanku.
Aku berikan segenap jiwa dan hatiku kepadamu,
jagalah!
dan sayangi seperti engkau menyayangi dirimu sendiri!
Aku percaya dan yakin,
hatiku akan bahagia bersamamu,
kamu pasti yang terbaik buatku.
Mungkin terlihat konyol,
tapi bukan sebuah kata merayu,
tapi ini kesungguhan hatiku,
bagaimana malam telah bersenandung untuk sang bintang,
untuk menemaninya sepanjang terjaganya gelap,
bagaimana sang bulan selalu menantikan sang bintang,
untuk mengisi sebagian sinarnya yang kosong.
Aku bukan penyair,
aku bukan pencipta romantisme puisi,
aku juga bukan pengagum hayalan yang sangat indah,
tapi aku adalah aku,
dimana ada kamu,
dimana ada bayanganmu,
dimana mimpi tersemat untuk bersamamu,
disitu aku ada.
Seiring berjalannya waktu,
aku semakin mengerti,
hidup bukan hanya pilihan dan tanggung jawab,
hidup bukan hanya kebahagiaan dan derita,
hidup bukan hanya kebohongan dan kejujuran,
tapi hidup adalah kamu,
karena aku adalah kamu,
dari sudut pandang kebersamaan.
Semakin jauh dari langkah awal.
Aku terikat oleh sebuah status,
dimana ada rasa dan prasangka,
dimana ada sebuah perbincangan,
dimana ada sebuah naluri dan kepercayaan.
Hiduplah untukku,
untuk menenmaniku,
untuk membicarakan kebersamaan yang indah,
tapi,
tetaplah berpijak pada dirimu sendiri,
karena kehidupanku adalah aku dan kamu.
Tinggal penantian akhir,
sebuah kebersamaan yang akan direstui oleh dunia.




hiks, terharu gue :']
ReplyDeletehehehe trimakasih gan :) dah mampir
Deletewah, menyentuh nih pusinya. pandai buat puisi juga sob. :D
ReplyDeletehehehe trimakasih gan, ini sekedar hobi aja gan :)
DeleteCie yang lagi jatuh Cinta hehe :D
ReplyDeletehehehe iya kang trimakasih :D
DeleteNjir :-O boleh di coba nih gan :)
ReplyDeleteKeep Posting :D
silahkan dipraktikan hehehe :D
Delete