Kaf
mematut matutkan diri di cermin. Cermin itu memantulkan wajah yang
menurutnya sangat biasa. Sembari merapikan ujung blusnya seolah olah
blus tersebut kusut padahal tidak. Hanya untuk menutupi kecanggungan
dan tentu saja kegugupannya. Malam ini Kaf sedang menanti jemputan
seseorang. Berkali kali Kaf melirik ponselnya. Layarnya masih gelap
belum ada sms maupun telpon yang masuk. 10 menit berlalu Kaf yang
sudah mulai resah mencoba menyibukkan diri dengan pura- pura mengecek
barang di tas jinjingnya.
Dan
sekarang 20 menit berlalu dari jadwal,
“Oke
mungkin dia masih di jalan" desah Kaf sambil merebahkan diri di
atas kasur, menatap langit langit kamar kosannya dengan murung.
"Kalau
repot mestinya bisa telpon, paling gak sms beberapa kata". Gadis
berlesung pipi itu membantah batinnya sendiri.
30 menit berlalu. molor dari waktu perjanjian yaitu jam 8. Kaf sudah mulai mengantuk, pasalnya hari ini Kaf kuliah seharian ful dan bolak balik ke perpustakaan. Ada buku yang tidak boleh di pinjamkan oleh pihak kampus, hanya boleh membacanya. Dan hanya bisa di baca di perpustakaan.
Dan sekarang 60 menit berlalu. Kaf mulai khawatir. Khawatir terjadi sesuatu pada Jim, cowok yang sudah di taksir Kaf sejak awal ospek sampai semester keempatnya. Kaf seperti cewek cewek lain yang tergila gila pada senyum menawan cowok jangkung itu. Tapi janjian ini bukanlah kencan, tak mungkin Jim tertarik dari gadis biasa sepertinya. Jim hanya bersimpati untuk menemani Kaf meminjam buku yang di perlukan Kaf di tempat sepupu Jim kebetulan jurusan yang sama Bahasa Inggris. Hanya itu tapi Kaf sudah melambung.
Kekhawatiran Kaf tentu saja bukan cuma itu. Janjian ini sudah gagal 3kali berturut. Dan 4 kali berturut turut jika malam ini juga gagal.
Janjian
di malam pertama gagal karena senior Kaf yang kuliah di jurusan
teknik itu mengatakan kalau ibunya minta tolong. Untuk itu Kaf tidak
terlalu kecewa kalau gagal. Lagian siapa yang bisa menolak permintaan
orang tua.
Malam
kedua Kaf yang membatalkannya. Dia belum membuatkan makanan untuk
pemilik kos sekaligus teman sekelasnya, Hamzah, sebagai kompensasi
tinggal gratis di kosan ini.
Malam
ketiga, sepertinya cowok itu melupakan janjinya. Kaf menunggu dengan
bego di alun alun kota yang becek dan bernyamuk. Karena tak tahan Kaf
akhirnya menelpon. ternyata Jim di luar kota. Jadi, malam keempat ini
Kaf menunggu di kosnya.
Karena
lama menunggu, akhirnya Kaf jatuh tertidur.
"tok
tok.... " Suara ketukan pintu kamarnya membangunkan Kaf. Kaf
melirik jam di atas meja tulis sudah pukul 11.
"Kaf...
kau ada di dalam?. sudah tidur belum Kaf." Itu suara Hamzah.
Cowok itu sudah terbiasa naik ke lantai atas mengetuk pintunya malam
malam sepulang futsal. Apalgi alasanya kalau bukan lapar.
Yang
kos disini 7 cewek termasuk Kaf. Tapi kamar Kaf tepat di atas tangga.
Untuk ketukan pintu tak terduga seperti ini.
"iya...
" Sahut Kaf "sebentar". Masih mengantuk Kaf membuka
pintu yang ternyata tidak terkunci. Meski Hamzah punya duplikat untuk
semua kunci. Hamzah tidak pernah membuka kamar yang diperuntukkan
sebagai kamar kos. Yang kesemua penghuni kos adalah cewek maklum yang
memulai kosan ini kakak perempuan Hamzah. Karena tidak bisa
membubarkan kosan cewek Hamzah meminta lantai bawah diperuntukkan
untuknya. Untung juga penghuninya cewek karena cewek lebih rajin
bersih bersih. Entah apa jadinya jika jadi kosan cowok pasti puntung
rokok dimana- mana.
"Kaf..
bajumu rapi. kau dari mana?". Komentar Hamzah.
"mmmm..."
Kaf memandangi dirinya. Bahkan Kaf masih mengenakan jilbab. Tapi tak
di hiraukannya pertanyaan Hamzah.
"Makanan
ada di tempat biasa. Seharusnya masih ada. Kau tahu ini jam 11 malam
dan aku mengantuk". Ujar Kaf tanpa diminta. Sembari kembali
duduk di ranjangnya.
"
hmm ya .. " Jawab Hamzah sekenanya. Sembari memandang Kaf
"
Oia, tadi Jim kesini sebelum aku futsal. tapi kau sudah tidur".
Ujar Hamzah lagi.
"Benarkah....
" Potong Kaf semangat lalu buru buru meraih ponselnya. Ada satu
pesan. Dari Jim dan langsung dibacanya cepat. Seolah melupakan kalau
ada Hamzah di pintu kamarnya
"Kaff,
tadi aku ke kosanmu, Hamzah bilang kau tidur. Maaf untuk malam ini
karena telat. Besok ku traktir sebagai permohonan maaf. Met bubug
Kaff". Namanya dengan akhiran double f adalah ciri sms Jim yang
di perhatikan Kaf.
"Karena
kau tidur jadi dia menitipkan sesuatu". Lanjut Hamzah "Ada
di bawah di ruang tamu".
"Sungguh..."
Mata Kaf berbinar tak percaya. Ia pun tak tahu harus sedih atau
bahagia.
Hamzah menatapnya intens tapi Kaf tak peduli. Sudah biasa Hamzah menatapnya seperti itu. Jadi dia buru buru menerobos pintu yang penuh dengan tubuh kekar Hamzah . Tanpa menghiraukan Hamzah yang termenung Kaf langsung setengah berlari menuruni tangga. Sedangkan Hamzah masih berdiri termenung. Wajahnya murung, mata sipitnya terpejam, mendesah kecewa. Kaf tidak tahu kalau Hamzah diam diam jatuh hati padanya.
Judul : Kaf Dan Cintanya (kaf with her love)
Penulis : As Sholy
Kontak : https://www.facebook.com/aslolimanis
Publish : Hand Excel
Penulis : As Sholy
Kontak : https://www.facebook.com/aslolimanis
Publish : Hand Excel




0 komentar:
Post a Comment
Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:
1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar
Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.
Salam Blogger