Kaf Dan Cintanya Chapter1

Written By Unknown on Thursday, 10 April 2014 | 7:00 am 0



Kaf mematut matutkan diri di cermin. Cermin itu memantulkan wajah yang menurutnya sangat biasa. Sembari merapikan ujung blusnya seolah olah blus tersebut kusut padahal tidak. Hanya untuk menutupi kecanggungan dan tentu saja kegugupannya. Malam ini Kaf sedang menanti jemputan seseorang. Berkali kali Kaf melirik ponselnya. Layarnya masih gelap belum ada sms maupun telpon yang masuk. 10 menit berlalu Kaf yang sudah mulai resah mencoba menyibukkan diri dengan pura- pura mengecek barang di tas jinjingnya.

Dan sekarang 20 menit berlalu dari jadwal,
“Oke mungkin dia masih di jalan" desah Kaf sambil merebahkan diri di atas kasur, menatap langit langit kamar kosannya dengan murung.
"Kalau repot mestinya bisa telpon, paling gak sms beberapa kata". Gadis berlesung pipi itu membantah batinnya sendiri.

30 menit berlalu. molor dari waktu perjanjian yaitu jam 8. Kaf sudah mulai mengantuk, pasalnya hari ini Kaf kuliah seharian ful dan bolak balik ke perpustakaan. Ada buku yang tidak boleh di pinjamkan oleh pihak kampus, hanya boleh membacanya. Dan hanya bisa di baca di perpustakaan.

Dan sekarang 60 menit berlalu. Kaf mulai khawatir. Khawatir terjadi sesuatu pada Jim, cowok yang sudah di taksir Kaf sejak awal ospek sampai semester keempatnya. Kaf seperti cewek cewek lain yang tergila gila pada senyum menawan cowok jangkung itu. Tapi janjian ini bukanlah kencan, tak mungkin Jim tertarik dari gadis biasa sepertinya. Jim hanya bersimpati untuk menemani Kaf meminjam buku yang di perlukan Kaf di tempat sepupu Jim kebetulan jurusan yang sama Bahasa Inggris. Hanya itu tapi Kaf sudah melambung.

Kekhawatiran Kaf tentu saja bukan cuma itu. Janjian ini sudah gagal 3kali berturut. Dan 4 kali berturut turut jika malam ini juga gagal.
Janjian di malam pertama gagal karena senior Kaf yang kuliah di jurusan teknik itu mengatakan kalau ibunya minta tolong. Untuk itu Kaf tidak terlalu kecewa kalau gagal. Lagian siapa yang bisa menolak permintaan orang tua.
Malam kedua Kaf yang membatalkannya. Dia belum membuatkan makanan untuk pemilik kos sekaligus teman sekelasnya, Hamzah, sebagai kompensasi tinggal gratis di kosan ini.
Malam ketiga, sepertinya cowok itu melupakan janjinya. Kaf menunggu dengan bego di alun alun kota yang becek dan bernyamuk. Karena tak tahan Kaf akhirnya menelpon. ternyata Jim di luar kota. Jadi, malam keempat ini Kaf menunggu di kosnya.
Karena lama menunggu, akhirnya Kaf jatuh tertidur.
"tok tok.... " Suara ketukan pintu kamarnya membangunkan Kaf. Kaf melirik jam di atas meja tulis sudah pukul 11.
"Kaf... kau ada di dalam?. sudah tidur belum Kaf." Itu suara Hamzah. Cowok itu sudah terbiasa naik ke lantai atas mengetuk pintunya malam malam sepulang futsal. Apalgi alasanya kalau bukan lapar.
Yang kos disini 7 cewek termasuk Kaf. Tapi kamar Kaf tepat di atas tangga. Untuk ketukan pintu tak terduga seperti ini.
"iya... " Sahut Kaf "sebentar". Masih mengantuk Kaf membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Meski Hamzah punya duplikat untuk semua kunci. Hamzah tidak pernah membuka kamar yang diperuntukkan sebagai kamar kos. Yang kesemua penghuni kos adalah cewek maklum yang memulai kosan ini kakak perempuan Hamzah. Karena tidak bisa membubarkan kosan cewek Hamzah meminta lantai bawah diperuntukkan untuknya. Untung juga penghuninya cewek karena cewek lebih rajin bersih bersih. Entah apa jadinya jika jadi kosan cowok pasti puntung rokok dimana- mana.
"Kaf.. bajumu rapi. kau dari mana?". Komentar Hamzah.
"mmmm..." Kaf memandangi dirinya. Bahkan Kaf masih mengenakan jilbab. Tapi tak di hiraukannya pertanyaan Hamzah.
"Makanan ada di tempat biasa. Seharusnya masih ada. Kau tahu ini jam 11 malam dan aku mengantuk". Ujar Kaf tanpa diminta. Sembari kembali duduk di ranjangnya.
" hmm ya .. " Jawab Hamzah sekenanya. Sembari memandang Kaf
" Oia, tadi Jim kesini sebelum aku futsal. tapi kau sudah tidur". Ujar Hamzah lagi.
"Benarkah.... " Potong Kaf semangat lalu buru buru meraih ponselnya. Ada satu pesan. Dari Jim dan langsung dibacanya cepat. Seolah melupakan kalau ada Hamzah di pintu kamarnya
"Kaff, tadi aku ke kosanmu, Hamzah bilang kau tidur. Maaf untuk malam ini karena telat. Besok ku traktir sebagai permohonan maaf. Met bubug Kaff". Namanya dengan akhiran double f adalah ciri sms Jim yang di perhatikan Kaf.
"Karena kau tidur jadi dia menitipkan sesuatu". Lanjut Hamzah "Ada di bawah di ruang tamu".
"Sungguh..." Mata Kaf berbinar tak percaya. Ia pun tak tahu harus sedih atau bahagia.

Hamzah menatapnya intens tapi Kaf tak peduli. Sudah biasa Hamzah menatapnya seperti itu. Jadi dia buru buru menerobos pintu yang penuh dengan tubuh kekar Hamzah . Tanpa menghiraukan Hamzah yang termenung Kaf langsung setengah berlari menuruni tangga. Sedangkan Hamzah masih berdiri termenung. Wajahnya murung, mata sipitnya terpejam, mendesah kecewa. Kaf tidak tahu kalau Hamzah diam diam jatuh hati padanya.


Judul     : Kaf Dan Cintanya (kaf with her love)
Penulis : As Sholy
Kontak : https://www.facebook.com/aslolimanis
Publish : Hand Excel
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Kaf Dan Cintanya Chapter1. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Thursday, 10 April 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 7:00 am

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status