Memorable part.4

Written By Unknown on Saturday, 22 March 2014 | 1:00 am 0



Kamis, 29 November 2007

Setelah kejadian kemarin itu hati ini semakin jauh darinya, meskipun raga ini dekat tapi dengan perlahan dia telah menjauh dari hati ini. “Mungkin dia bukan tercipta untuk ku” mungkin itu naif tapi itulah kejadian yang sebenarnya dan tak bisa di pungkiri. Apakah aku harus mengalah dengan konsekuensi hati ini akan terluka?
Entahlah,
Mungkin dengan seiring berjalannnya waktu jawaban ini akan ada untuk ku.

Mungkin tidak terlalu buruk juga aku untuk memendam perasaan ini dan merelakan dia bersama temanku sendiri, karna dalam sebuah filosofi “Mencintai adalah mengupayakan kebahagiaan orang yang dicintai” termasuk berkorban perasaan sendiri untuk melihat orang yang dicintainya bahagia meskipun dengan orang lain.

Kembali ketopik hari ini, saat ini aku bersandar sejenak diatas kursi disamping meja belajar didalam kelas. Hanya sekedar melepas kepenatan rasaku dengan canda gurau bersama teman-teman satu kelasku. Melupakan sejenak permasalahan yang ada.
Tanpa kusadari ada hal yang terlewat dalam lembaran yang telah kubaca pagi tadi, surat darinya (Tanggal 28 November 2007) ada sebait kata yang terlewatkan olehku, dan ku baca lagi dengan jelas. Ternyata ada ajakan dari dia untuk ketemu siang ini di kantin pada waktu jam istirahat. Hati ini sedikit bingung untuk menyikapinya aku harus datang atau tidak? Untuk menjaga perasaannya aku akan tetap datang meskipun dengan resiko hati ini akan sedikit terluka.

Tak lama waktu istirahat datang, aku segera bergegas kekantin sekolah, di sana dia sudah menunggu di meja paling belakang. Aku duduk dan kita mulai ngobrol, mulanya ada perasaan yang gak enak untuk itu, tapi biarlah hal itu cuma menjadi perasaan saja. Lama kelamaan ngobrol perasaan ini semakin bergejolak lagi perasaan dimana pada waktu pertama kali aku mengenalnya. Tapi kali ini penjelasan dia dalam obrolannya sedikit selaras dengan perasaan ini, dia menjalaskan bahwa dia tidak ada hubungan apapun dengan temanku, meskipun aku tak perna menanyakan hal itu. Apakah ini mengindikasikan dia punya rasa yang sama dengan ku?
Biarlah semua berjalan apa adanya, tidak usah terlalu berharap banyak (berkata dalam hati).


Hari ini ditutup dengan sedikit senyuman kebahagiaan untuk sepercik harapan yang terbuka lagi. Tapi tidak tau apa yang akan terjadi hari esok, semua sulit untuk ditebak.
Created By : Unknown | Note Hand Excel
Terimah Kasih telah membaca Tulisan Memorable part.4. Yang ditulis oleh Unknown Pada hari Saturday, 22 March 2014. Jika anda ingin menyebarluaskan Tulisan ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

Blog, Updated at: 1:00 am

0 komentar:

Post a Comment

Diharapkan menyampaikan komentar dengan sopan dan memenuhi beberapa aturan berikut:

1. Tidak mengandung SARA
2. Tidak mengandung pornografi
3. Tidak melakukan SPAM
4. Jangan meninggalkan Link Aktif
5. Etika yang baik dalam berkomentar

Kalau melanggar maka dengan terpaksa akan kami hapus komentarnya, trimakasih.

Salam Blogger


SEO Reports for handexcel.blogspot.com
DMCA.com Protection Status