Hampir
satu bulan aku mengenalnya penuh kebersamaan yang menyenangkan,
kadang juga diwarnai dengan kekecewaan tapi itu adalah bagian dari
sebuah kebersamaan. Disisi lain perasaan ini semakin aneh dan semakin
penuh tanda tanya,
apa
sebenarnya yang terjadi dengan perasaan ini?
Dari
serangkaian kebersamaan ini telah terjalin sebuah rasa yang sangat
dalam, tanpa ku sadari semua ini telah menarikku kedalam dunia yang
kadang memusingkan kadang juga lebih menyenangkan. Setiap malam hanya
ada raut wajahnya yang menghiasi lelap tidurku, hanya ada cerita
tentangnya disetiap langkahku.
Saat
dia dekat dengan orang lain ada kecemburuan yang tak ku mengerti
sendiri, aku seakan terikat jauh dalam alam yang tak ada batas
kesadarannya, dimana hanya ada aku dan dia dalam pikiranku. Apa ini
hanya sebuah naluri puberitas dalam jiwaku atau ada hal yang lain
yang membuat bayangan dalam pikiran ini?
Entahlah,
Tapi
ada hal yang membuat semua ini nampak sangat bermanfaat yakni
tumbuhnya semangatku dalam belajar dan meraih segenap asa dan citaku.
Aku biarkan diriku terbawa dalam keadaan ini dan kuamil sisi
positifnya.
Kembali
ke hubunganku dengannya, kebersamaan masih terus terjalin secara
intens tapi masih berlabel Kakak Adik. Aku hanya berfikir untuk
menjalaninya saja tanpa harus mengerti apa yang akan terjadi
kedepannya. Meski aku telah memahami perasaanku sendiri secara
perlahan, bahwa aku membutuhkan dia bukan hanya sekedar sebagai adik
tapi juga sebagai pacar. Namun aku tak mau merusak hubungan ini yang
sudah terjalin dengan baik dan akrab.




test komentar
ReplyDelete